Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Komunikasi produktif hari 9

Hari berikutnya ada kejadian yang membuat saya kesal, saya hampir marah, tapi saya coba menenangkan diri. Anak-anak muslimah menceritakan kepada saya kalau anak-anak muslim memainkan keran air, dan ini sudah kedua kalinya. Hari sebelumnya sudah diingatkan, tapi sepertinya komunikasi saya belum efektif.  Setelah tarik nafas dan emosi saya stabil, saya ajak anak-anak muslim ke kamar mandi, saya juga berjongkok agar badan saya setinggi mereka, saya tatap wajah mereka, saya juga berusaha berbicara selembut mungkin. S : "kalian melakukan apa..??  M : "main keran miss" S : "menurut kalian fungsi keran untuk apa..?" M : "untuk air miss" S: "terus kenapa dimainkan, kalau rusak bagaimana.??" M : "hehe, asik miss seperti air mancur"  S : "oh asik ya, tapi menurut kalian itu main sesuai fungsi" M : "bukan miss, maaf ya miss" Alhamdulillah, setelah itu mereka tersenyum dan melanjutkan kegiatan, sa...

Komunikasi Produktif hari 8

Baru sempat nulis pengalaman komunikasi produktif dengan salah satu murid perempuan, hari ke 7 juga aku berusaha berbicara dengan dia, sebut saja namanya "mba". Permasalahannya sama yaitu mba akan menangis ketika diingatkan untuk berbicara dengan suara jelas. Saya berusaha untuk mengajak berbicara mba di tempat sepi dan terpisah dari teman-temannya. Saya bicara padanya dan memberikan alasan-alasan kenapa harus berbicara dengan jelas, mba hanya angguk-angguk, lalu saya bilang "mba boleh dijawabnya dengan bicara ya ", mba langusng jawab "iya". Alhamdulillah sepanjang hari mba ketika diingatkan untuk bicara dengan suara jelas sudah tidak menangis lagi. Mba masih harus diingatkan agar mau berbicara dengan jelas karena seringkali suara menghilang tiba-tiba.

Komunikasi produktif hari 7

Hari ini, aku berusaha berkomunikasi produktif dengan murid yang kemarin, sebut saja mba, hari ini mba menangis lagi ketika diingatkan untuk bersuara lebih keras & jelas.  Sudah kami beri contoh bagaimana suara keras dan jelas, dan saya juga bilang kepadanya "Mba, maaf ya kita bersuara jelas itu agar teman tahu apa yang kita ucapkan", mba angguk-angguk kepala.  Alhamdulillah setelah kejadian menangis itu, mba sudah mau bersuara jelas, bahkan sampai jam pulang. Saya ucapkan padanya "Terimakasih sudah bersuara dengan jelas ya mba, miss bangga mba mau berusaha" Nah saat kegiatan membaca huruf hijaiyah, ada 2 orang guru yang bertugas, mba sudah saya tawarkan untuk bergabung dengan kelompok saya, karena semua murid di kelompok saya sudah selesai, dia menggeleng. Saya ulangi lagi penawaran "Mba mau bersama miss atau tidak..?" mba masih menggeleng, lalu saya ingatkan "Mba, kalau sama miss mba akan selesai, tapi kalau kamu mau di miss Z kamu...

Komunikasi produktif hari 6

Ada satu siswa  di sekolah, yang entah kenapa setiap diingatkan oleh teman saya untuk berbicara dengan suara jelas dan lantang pasti menangis, saya penasaran, apa karena intonasi bicara atau karena anaknya yang memang baper. Anak tersebut memang suaranya terkadang jelas, kadang kecil. Karena saya di tempat tersebut, jadi lah saya berusaha menenangkan dan membaca perasannya, dan mengatakan "kenapa mba,,? sedih", anak tersebut hanya angguk-angguk. Setelah berlalu beberapa menit, terjadilah dialog diantara kami S :"Mba, kalau bicara itu harus jelas agar miss mengerti apa yang mba ucapkan. M : "iya" (dengan suara pelan" S: "kalau seperti ini kira-kira dengar tidak" saya sangat kecilkan volume suara M : "Tidak" S : "nah, begitu juga miss, kalau suaramu kecil miss tidak bisa mendengar, lalu sebaiknya bagaimana menurutmu ?" M : senyum simpul Setelah dialog ini, akhirnya anak tersebut suaranya sedikit lebih keras, mudah-m...

Komunikasi produktif hari 5

Ini cerita hari Kamis kemarin, tapi baru sempat tulis karena ada acara yang harus perjalanan ke Jember, nginep di mobil dll..hehe Jadi cerita komunikasi kali ini adalah, hari Rabu itu anak-anak ada acara MHQ ke Bandung, berangkatlah 2 orang, sebelum berangkat sudah saya beri wejangan, motivasi dan lain-lain, saya berdoa semoga mereka dapat melalui lomba dengan baik. Saat hari Kamis pagi, saat lomba akan dilaksanakan tiba-tiba partner saya WA, mengabarkan bahwa 2 anak tersebut tidak mau lomba, yang 1 kangen ibunya, yang 1 grogi.. Ya Allah, saya lemassss, saya coba tarik nafass, terus kirim voice note S : "Kakak ingatkan pesan miss..?? " K : "Iya aku inget" S : "terus bagaimana..??" K : "iya aku harus semangat ya miss" Saya kira, kakak sudah paham, dan aman. Ternyata masih menangis, akhirnya saya video call & memberi semangat secara langsung, saya yakinkan kalau kakak pasti bisa, saya juga ajak teman2 yang masih di sekolah untuk mem...

komunikasi produktif day 4

Tiga hari kemarin lalai menuliskan hasil komunikasi produktif, rasanya menyesal, ada berjuta alasan, tapi ketika bertanya lagi ke dalam diri, aku tahu jawabannya..hehe Hari ini berusaha berkomunikasi produktif dengan murid saya, Laki-laki usia 5 tahun. Siang ada waktu sebentar untuk menyampaikan nilai-nilai positif melalui kegiatan membaca buku. Saya minta tolong kepada Mas A ini untuk mengambilkan buku "Mas ambilkan buku", saya tidak menatap wajahnya, karena informasi tidak jelasbuku mana yang harus diambil ya Mas memang mengambilkan saya buku, tapi bukan buku cerita. Saya sadar & mencoba mengganti kata-katanya "Mas, ambilkan buku cerita yang tentang mengucapkan salam", karena informasi saya jelas, pastinya Mas dapat dengan tepat mendapatkan buku yang akan kami baca bersama, Alhamdulillah.

Komunikasi Produktif day 3

Hari ini hari ketiga tantangan komunikasi produktif, hari ini ade "A" libur sekolah, jadi harus pilih partner lain dalam komunikasi produktif ini. Hari ini di sekolah ada free trial untuk calon siswa baru, jadi aku coba berkomunikasi dengan anak laki-laki usia 5 tahun sebutlah namanya "Mas", karena baru di sekolah kami, jadi Mas belum terbiasa dan belum tahu jadwal-jadwal kegiatan & berbagai aturannnya.  Biasanya setelah selesai main kami minta anak-anak berusaha sebisa mereka merapikan mainan, sudah kami ucapkan "Mas, ayo waktunya rapikan mainan", mas tetap asik main prosotan, berulang-ulang, akhirnya saja dekati dia sehingga posisi saya benar-benar berhadapan & sayang bilang "Mas, maaf waktu main sudah habis, sekarang waktunya merapikan mainan". "Tapi aku masih mau main" ujarnya, saya jawab "iya nanti ada waktu main lagi setelah berdoa", lalu mas menjawab "tapi beneran main ya", "iya mas, tapi ...

Komunikasi produktif day 2

Gambar
Hari ini adalah hari kedua tantangan sepuluh hari hari komunikasi produktif, sudah berusaha mengingat-ingat, dan bersabar dalam mempraktekkannya, namun nyatanya masih suka lupa terlalu banyak & panjang memberikan informasi, hehe Hari ini masih berlatih komunikasi produktif bersama ade "A", ade biasa memegang ibu jari saat mau minum susu, aku sudah informasikan "Ade, kalau mau minum susu bicara ya, "ade mau minum susu, bukan hisap jempol" ade angguk-angguk. Aku masih melatih ade untuk bicara setiap mau minum susu, pelan-pelan sudah mau bicara, meski harus saya tanya dulu "ade kenapa hisap jempol?", ade pasti senyum & bilang "Miss, aku mau minum susu". Hari ini ade aku minta untuk menutup resleting tas sendiri, ade bilang "aku tidak bisa", aku kekeuh jawab "bisaa, silahkan dicoba", ade mecoba sekali belum berhasil, sambil buru-buru karena mau main ade bilang lagi "miss aku tidak bisa" sambil sedi...

Komunikasi produktif day 1

Gambar
KOMUNIKASI PRODUKTIF Hari ini adalah challenge pertama dalam kuliah kelas bunda sayang. Sebelumnya saya di kelas Matrikulasi Jakaarta, lalu mengulang di kelas Remedial. Ilmu yang saya dapat banyaaakk sekali, saya masih banyak belum paham & harus banyak belaajarr. Alhamdulillah untuk kelas bunda sayang (BunSay) 3 ini ada kelas khusus para single lillah, jadi lebih nyambung ketika diskusi,,hehe Di Bunsay ini ada materi games, nah kalau untuk para ibu bisa praktek bersama suami atau putra & putri, kalau para singlelillah ini boleh sama saudara, teman, murid, sahabat, orangtua, sama calon suami juga boleh #ehhh. Games pertama adalah tantangan 10 hari komunikasi produktif Hari ini aku memilih praktek dengan murid berusia 3 tahun. Hari ini A diantar oleh Akungnya, saat akungnya pulang A merengek minta dipeluk dan digendong, Akungnya izin mau pipis (mau pulang padahal), aku dengan tegas dan  jujur bilang "Akung mau pulang", jadilah A menangis, aku peluk ...