Komunikasi produktif hari 9


Hari berikutnya ada kejadian yang membuat saya kesal, saya hampir marah, tapi saya coba menenangkan diri.

Anak-anak muslimah menceritakan kepada saya kalau anak-anak muslim memainkan keran air, dan ini sudah kedua kalinya. Hari sebelumnya sudah diingatkan, tapi sepertinya komunikasi saya belum efektif.  Setelah tarik nafas dan emosi saya stabil, saya ajak anak-anak muslim ke kamar mandi, saya juga berjongkok agar badan saya setinggi mereka, saya tatap wajah mereka, saya juga berusaha berbicara selembut mungkin.
S : "kalian melakukan apa..?? 
M : "main keran miss"
S : "menurut kalian fungsi keran untuk apa..?"
M : "untuk air miss"
S: "terus kenapa dimainkan, kalau rusak bagaimana.??"
M : "hehe, asik miss seperti air mancur"
 S : "oh asik ya, tapi menurut kalian itu main sesuai fungsi"
M : "bukan miss, maaf ya miss"


Alhamdulillah, setelah itu mereka tersenyum dan melanjutkan kegiatan, saya juga tidak perlu mengeluarkan nada tinggi.

Komentar